Ada hati yang terluka,
setengah darinya ada lubang yang menganga ..
merasakan perihnya rindu yang tak tertepis,
datang tanpa permisi membuatku meringis, menahan tangis.
Aku hanyalah sebutir debu yang tertiup angin,
tanpa daya hanya mampu mengikuti hembusan,
tanpa ada yang menolong,
tanpa ada yang menginginkan.
apalah dayaku yang bukan siapa-siapa
tak memiliki apapun selain CINTA.
Ragaku tak sebening berlian,
tak heran jika sekalipun kau tak pernah melihat kearahku.
Dongeng selalu menyebutkan akhir yang bahagia,
membuat yang mendengar terpana,
tapi sayang sekali hidup ini terlalu realita untuk di kagumi.
Apa yang aku bisa?
menangisi pun percuma,
tak akan sampai rasa ini kepadamu.
Teruslah kau kepakkan sayap dan terbang tinggi sang rajawali,
Tetaplah bahagia dengan tanpa menghiraukan debu kecil ini.
setengah darinya ada lubang yang menganga ..
merasakan perihnya rindu yang tak tertepis,
datang tanpa permisi membuatku meringis, menahan tangis.
Aku hanyalah sebutir debu yang tertiup angin,
tanpa daya hanya mampu mengikuti hembusan,
tanpa ada yang menolong,
tanpa ada yang menginginkan.
apalah dayaku yang bukan siapa-siapa
tak memiliki apapun selain CINTA.
Ragaku tak sebening berlian,
tak heran jika sekalipun kau tak pernah melihat kearahku.
Dongeng selalu menyebutkan akhir yang bahagia,
membuat yang mendengar terpana,
tapi sayang sekali hidup ini terlalu realita untuk di kagumi.
Apa yang aku bisa?
menangisi pun percuma,
tak akan sampai rasa ini kepadamu.
Teruslah kau kepakkan sayap dan terbang tinggi sang rajawali,
Tetaplah bahagia dengan tanpa menghiraukan debu kecil ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar